Sehingga dengan cara demikian mereka punya anggapan ayahnya akan percaya dengan apa yang mereka omongkan. (Ilustrasi foto Pixabay)
Oleh Herdi Pamungkas
KISAH Sebelumnya saudara-saudara Yusuf yang berbeda ibu telah berhasil memasukannya ke dalam sumur. Ketika itu pula Allah Subhanahu wa ta'ala mewahyukan kepadanya, bahwa kelak setelah dewasa ia akan menceritakan perbuatan jahat kepada mereka, sedangkan mereka tidak menyadari yang pernah dianiaya itu dirinya.
Setelah mereka menceburkan Nabi Yusuf Alaihissalam ke dalam sumur, kemudian meninggalkannya sendirian di dalam.
Lalu pulang menjelang petang hari untuk menemui ayahnya, sambil menangis mengekspresikan seolah-olah bersedih.
Maksudnya tidak lain agar ayahnya mempercayai berita yang akan mereka sampaikan.
Sehingga dengan cara demikian mereka punya anggapan ayahnya akan percaya dengan apa yang mereka omongkan.
Cara itu tidak lain mereka gunakan untuk menutupi perbuatan jahatnya yang telah dilakukannya terhadap Nabi Yusuf Alaihissalam.
Sesampainya di hadapan sang ayah, mereka berkata, "Wahai ayah kami!”
Kemudian mereka menceritakan, “Sesungguhnya ketika kami pergi bermain sambil berlomba memanah dan berpacu, dan kami meninggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami sendirian di tempat yang aman.”
“Ketika kami meninggalkan Yusuf sebentar, tiba-tiba datanglah serigala lalu dia dimakan serigala. Sangat mengejutkan, dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami dengan berita ini, sekali pun kami berkata benar,” melanjutkan.
“Karena cintamu yang berlebihan terhadap Yusuf, sudah barang tentu engkau akan berprasangka buruk kepada kami," ungkap mereka meyakinkan.
Mereka melakukan kedustaan dan merangkai cerita yang sebenarnya berbeda dengan kenyataan, tujuannya tidak lain agar mendapat kepercayaan dari sang ayah. (bersambung...)
Referensi :
1. Alquran Surat Yusuf Ayat 16-17
2. Tafsir Kemenag RI
Post a Comment for "Kisah Nabi Yusuf Episode 6: Berdusta Agar Dipercaya"