Setan Dibelenggu di Bulan Ramadhan, Mengapa Maksiat Masih Ada?

https://herdipamungkas.blogspot.com/2025/03/setan-dibelenggu-di-bulan-ramadhan.html

Terbelenggunya setan di bulan Ramadhan lebih bisa dirasakan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. (Ilustrasi foto Pixabay)

SETAN Dibenggu di bulan Ramadhan, kemudian ada orang yang mempertanyakan mengapa masih saja ada yang melakukan kemaksiatan.

Mengenai hal itu memang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Apa bila bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu,”

Terkait dengan hal itu, Ibnu Taimiyah menjelaskan dalam Majmu’ah Al-Fatawa, pada bulan Ramadhan jiwa manusia lebih cenderung pada kebaikan dan melakukan amal saleh.

Ketika manusia mengerjakan amal kebaikan sebagai sebab terbukanya pintu surga, sehingga kejelekan pun berkurang maka ketika itu akibatnya pintu neraka tertutup.

Sedangkan setan itu diikat yang berarti mereka tidaklah mampu melakukan maksiat sebagaimana saat tidak sedang berpuasa.

Namun, maksiat tetap masih bisa terjadi karena adanya syahwat dan ketika syahwat itu ditahan maka setan-setan pun terbelenggu.

Iblis sendiri bukankah pernah bersumpah untuk tetap menggoda dan menjerumuskan manusia, untuk terus melakukan kemaksiatan di muka bumi?

Karena Iblis sendiri sudah diputuskan sesat, sehingga dirinyapun bersumpah untuk menyesatkan semua keturunan Nabi Adam Alaihissalam.

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (QS. Al Hijr: 39)

Namun, dalam hal ini Iblis pun menyebutkan bahwa, ada orang-orang yang tidak mampu untuk digoda dan disesatkannya, yaitu mereka yang mukhlis.

“kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (QS. Al Hijr: 40)

Dikutip dari Tafsir Kemenag yang dimaksud dengan mukhlis adalah; orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.

Maka ketika manusia telah berada dalam jalur mukhlis itulah Iblis atau Setan tidak akan berdaya dan sama sekali tidak akan mampu menggiring manusia pada kemaksiatan dan kesesatan. (herdi pamungkas dari berbagai sumber)

Post a Comment for "Setan Dibelenggu di Bulan Ramadhan, Mengapa Maksiat Masih Ada? "