![]() |
| Mereka menilai Nabi Yusuf 'Alaihissalam sebagai orang yang baik, taat beribadah, berakhlak mulia, dan selalu menjaga kerhormatannya. (Ilustrasi foto Pixabay) |
Oleh Herdi Pamungkas
KISAH Sebelumnya Nabi Yusuf 'Alaihissalam memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk tinggal di dalam penjara sebagai jalan terbaik, maka doa itu diperkenankan-Nya.
Setelah berada dalam penjara maka Nabi Yusuf 'Alaihissalam terhindar dari ajakan bejat para perempuan bangsawan.
Tinggal di dalam penjara merupakan jalan terbaik bagi
Seiring berjalannya waktu kemudian, maka datanglah dua orang pelayan istana yang dimasukan ke dalam penjara.
Kedua orang tersebut masih berusia muda, mereka merupakan para pelayan raja sebelum dijebloskan ke dalam penjara.
Kemudian di dalam penjara mereka membicarakan tentang mimpi dan mencoba ingin menanyakannya kepada Nabi Yusuf 'Alaihissalam terkait takwilnya.
Mereka menilai Nabi Yusuf 'Alaihissalam sebagai orang yang baik, taat beribadah, berakhlak mulia, dan selalu menjaga kerhormatannya.
Berdasarkan itu semua mereka meyakini Nabi Yusuf 'Alaihissalam akan bisa mentakwilkan mimpi yang dialaminya.
Salah satu pemuda itu, kemudian mengatakan tentang mimpinya, "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur untuk dibuat minuman raja," ujarnya.
Sedangkan pelayan yang satunya mengatakan, "Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, lalu sebagiannya dimakan burung," ucapnya. (bersambung...)
Referensi :
1. Alquran Surat Yusuf Ayat 36
2. Tafsir Kemenag RI

Post a Comment for "Kisah Nabi Yusuf Episode 19: Diperkenankan Doanya, Mentakwil Mimpi "